KUPANG – Perum BULOG mulai menyalurkan bantuan darurat berupa 10 ton beras serta minyak goreng per kabupaten bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) guna mempercepat penanganan krisis pangan di lokasi bencana.
Langkah ini diambil sebagai respons pemerintah pusat terhadap kondisi darurat yang melumpuhkan aktivitas ekonomi warga setempat pasca-guncangan hebat.
Penyaluran bantuan diklaim dilakukan secara bertahap dan cepat, namun alokasi 10 ton per kabupaten dinilai banyak pihak masih sangat minim jika dibandingkan dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang terdampak.
Publik menyoroti apakah bantuan simbolis ini mampu menjangkau titik-titik terpencil yang akses transportasinya terputus, atau justru hanya akan menumpuk di pusat distribusi tanpa pengawasan ketat di lapangan.
Pemerintah dituntut untuk tidak sekadar melakukan aksi seremonial, melainkan harus menjamin keberlanjutan stok pangan hingga infrastruktur ekonomi di NTT benar-benar pulih dari dampak gempa.




