ROMA – Di tengah krisis panggilan yang semakin akut, Pastor Vincent Souly asal Pantai Gading kini menjadi sosok sentral dalam melayani umat di wilayah pedesaan Italia guna menambal kekosongan posisi pemuka agama lokal yang kian langka.
Fenomena ini mencerminkan ketergantungan baru Gereja Katolik Eropa terhadap “impor” rohaniwan dari negara berkembang, sebuah solusi pragmatis yang menyingkap betapa keroposnya fondasi regenerasi iman di jantung Eropa saat ini.
Meski para pastor asing ini menjadi napas buatan bagi paroki yang sekarat, kehadiran mereka juga menyoroti ironi sistemik di mana institusi agama kini mengikuti pola industri sekuler yang bergantung sepenuhnya pada tenaga kerja migran untuk menunda kepunahan fungsional.


