SAMARINDA – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Timur tengah memacu validasi data penerima Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (MBG 3B) di Samarinda guna memangkas prevalensi stunting yang saat ini masih tertahan di angka 22,2 persen.
Langkah optimasi data ini memicu kritik tajam mengenai sejauh mana sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah dapat menjamin bantuan tepat sasaran tanpa terhambat birokrasi yang lamban.
Target penurunan tengkes yang ambisius mustahil tercapai jika validasi hanya bersifat formalitas di atas kertas, sementara realita di lapangan menunjukkan distribusi nutrisi sering kali terkendala akses geografis di pelosok Kalimantan Timur.
Transparansi dalam pemutakhiran data MBG 3B menjadi pertaruhan besar bagi kredibilitas BKKBN dalam memastikan anggaran negara benar-benar berdampak pada perbaikan gizi masyarakat dan bukan sekadar menjadi catatan statistik tahunan.





