SOLOK – Banjir bandang dahsyat menerjang wilayah Solok, Sumatera Barat, mengakibatkan dua orang warga tewas mengenaskan dan ratusan lainnya terdampak serius akibat luapan air yang tiba-tiba meluluhlantakkan pemukiman penduduk.
Tragedi memilukan ini kembali menyingkap tabir lemahnya sistem peringatan dini di daerah rawan bencana, di mana kesaksian pilu penyintas yang gagal meraih tubuh adiknya menjadi bukti nyata betapa lambatnya antisipasi otoritas terhadap ancaman cuaca ekstrem.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Era Sukma, mengonfirmasi bahwa ratusan warga kini terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak berat dihantam material lumpur serta kayu yang hanyut dari hulu sungai.
Kerugian material yang masif dan hilangnya nyawa warga sipil seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kebijakan tata ruang serta efektivitas alokasi dana mitigasi yang selama ini terkesan hanya bersifat reaktif pascabencana.





