SERANG – Keluarga Firdaus Wajidi (Daus), jurnalis yang dinyatakan hilang kontak saat melakukan tugas peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau, perairan Selat Sunda, Banten, akhirnya menyatakan sikap ikhlas atas musibah yang menimpa kerabat mereka tersebut.
Pernyataan ini muncul setelah upaya pencarian intensif di medan ekstrem belum membuahkan hasil signifikan hingga melewati batas waktu evakuasi standar.
Perwakilan keluarga menyampaikan bahwa mereka telah menyerahkan sepenuhnya takdir almarhum kepada Tuhan Yang Maha Esa di tengah duka yang mendalam.
Namun, insiden tragis ini menjadi catatan kritis bagi industri media mengenai betapa rapuhnya standar perlindungan keselamatan kerja bagi para jurnalis di lapangan.
Hilangnya Firdaus bukan sekadar angka dalam statistik kecelakaan kerja, melainkan tamparan keras bagi perusahaan pers yang sering kali abai dalam membekali jurnalisnya dengan prosedur mitigasi bencana yang memadai.
Publik kini mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap protokol peliputan di zona berbahaya agar nyawa manusia tidak terus dikorbankan demi mengejar kecepatan berita semata.
Keluarga besar berharap dedikasi Firdaus dapat dikenang sebagai bentuk pengabdian tertinggi dalam dunia jurnalistik Indonesia.




