KUPANG – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) akibat penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua saat memberikan arahan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, baru-baru ini.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit atas rapuhnya jaminan keselamatan bagi para abdi negara yang ditugaskan di wilayah konflik, di mana nyawa seolah menjadi pertaruhan demi menjalankan roda pemerintahan.
Meski Ribka menyerukan agar ASN di NTT terus menjaga persatuan dengan Papua, imbauan tersebut dinilai kontras dengan kenyataan di lapangan yang masih mencekam tanpa solusi keamanan yang konkret.
Pemerintah kini ditantang untuk tidak hanya melontarkan retorika duka cita, tetapi juga mengevaluasi total perlindungan terhadap personelnya agar narasi persatuan tidak sekadar menjadi jargon di tengah tumpahan darah yang terus berulang.




