JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara terbuka mendorong Polisi Wanita (Polwan) untuk menduduki posisi strategis hingga membuka peluang kepemimpinan tertinggi di Mabes Polri, Jakarta, demi mewujudkan kesetaraan gender dalam institusi kepolisian.
Pernyataan ini dipandang sebagai angin segar bagi peningkatan kapasitas perempuan di lingkungan Polri, namun tantangan sesungguhnya terletak pada seberapa jauh sistem meritokrasi dijalankan tanpa hambatan struktural yang sering kali meminggirkan peran perempuan.
Dorongan ini tidak boleh sekadar menjadi retorika politik atau formalitas perayaan semata, mengingat publik menanti langkah konkret dalam memberikan porsi jabatan yang benar-benar berpengaruh, bukan sekadar penempatan di divisi administratif.
Keberhasilan gagasan besar ini akan sangat diuji melalui konsistensi kebijakan promosi yang transparan serta penghapusan budaya maskulinitas toksik yang masih membayangi perkembangan karier personel Polwan di seluruh Indonesia.





