JAKARTA – Pemerintah Indonesia secara resmi mendorong efisiensi berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor dalam gelaran IEE Engineering Week 2026 di Jakarta guna mewujudkan transformasi industri nasional yang berkelanjutan.
Langkah ini diambil di tengah desakan global untuk digitalisasi, namun banyak pihak meragukan apakah dorongan ini didukung oleh kesiapan infrastruktur domestik yang memadai atau sekadar mengikuti tren pasar tanpa fondasi yang kuat.
Transformasi industri yang digembar-gemborkan ini seringkali masih terkendala oleh tingginya biaya investasi teknologi canggih dan ketergantungan pada komponen impor yang justru berisiko membebani pelaku usaha dalam negeri.
Tanpa adanya peta jalan yang konkret dan perlindungan nyata terhadap kedaulatan teknologi lokal, visi efisiensi ini dikhawatirkan hanya akan menjadi narasi rutin tanpa dampak signifikan bagi produktivitas nasional di akar rumput.





