Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah: Beban Fiskal dan Sentimen The Fed

Ilustrasi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus dibayangi ketidakpastian fiskal dan kebijakan moneter global. (Foto: RSS)

JAKARTA – Nilai tukar rupiah diproyeksikan tertekan hingga ditutup melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat (11/9/2026) seiring memanasnya konflik militer di Selat Hormuz dan tingginya ketergantungan impor energi nasional.

Tekanan ganda dari ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang agresif serta ketidakpastian geopolitik global menunjukkan rapuhnya posisi mata uang Garuda di hadapan sentimen eksternal.

Secara kritis, pemerintah dinilai lambat dalam mengantisipasi pembengkakan beban fiskal akibat subsidi energi yang kini menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi domestik di tengah fluktuasi pasar global.

Pergerakan pasar hari ini menjadi alarm keras bagi otoritas moneter untuk tidak hanya bergantung pada intervensi pasar, melainkan segera melakukan reformasi struktural pada ketahanan energi dan fiskal yang lebih fundamental.

Tanya Disini?
Mr. Fact AI
×
Halo Sahabat! 👋 Mau tau info berita apa hari ini?

💡 Pilih kategori atau tanya langsung soal berita yang lagi viral. Saya akan jelaskan singkat!