SIDOARJO – Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam Sidoarjo mengusulkan pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara mandiri kepada pemerintah pusat setelah insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santrinya baru-baru ini.
Langkah otonomi ini diambil sebagai reaksi keras atas kegagalan pihak penyedia eksternal yang terbukti gagal menjamin standar keamanan pangan hingga membahayakan nyawa para pelajar di lingkungan pendidikan.
Namun, usulan ini memicu kritik mengenai kesiapan infrastruktur dapur dan sertifikasi higienitas pesantren yang dikhawatirkan belum memenuhi standar operasional formal jika pengawasan tidak dilakukan secara ketat oleh dinas terkait.
Pemerintah diharapkan tidak sekadar melimpahkan tanggung jawab distribusi kepada lembaga pendidikan tanpa adanya audit menyeluruh terhadap vendor lama dan pemberian regulasi teknis yang jelas agar tragedi serupa tidak kembali terulang.





