LAMPUNG SELATAN – Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik ekstrem berupa semburan lava pijar dan dentuman suara gemuruh yang mengguncang kawasan Selat Sunda sejak Jumat (4/9/2026) tengah malam.
Kejadian ini kembali menguji ketangguhan mitigasi bencana pemerintah di tengah ancaman erupsi yang terus berulang tanpa kepastian kapan ancaman ini akan berakhir secara permanen.
Masyarakat dan wisatawan kini diinstruksikan untuk menjauhi radius aman 3 kilometer dari pusat kawah guna menghindari bahaya lontaran material vulkanik yang mematikan.
Lambatnya langkah antisipasi jangka panjang di wilayah pesisir sekitar gunung api aktif ini dikhawatirkan dapat memicu kepanikan massal jika skala letusan terus meningkat drastis secara tiba-tiba.





