JAKARTA – Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia mencatatkan lonjakan investasi sebesar Rp11,40 triliun pada semester I 2026 guna memperkuat basis produksi nasional.
Capaian ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 11,85 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 lalu.
Namun, angka pertumbuhan ini memicu keraguan di tengah maraknya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih terus menghantui sektor padat karya tersebut.
Kenaikan modal tersebut dikhawatirkan hanya fokus pada otomatisasi mesin demi efisiensi perusahaan, alih-alih memberikan kepastian kesejahteraan bagi ribuan buruh yang terancam kehilangan pekerjaan.





