JOMBANG – Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimismenya terhadap kebangkitan Indonesia menjadi negara kuat saat meresmikan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang pada Kamis (27/8), meski klaim keberhasilan strategis tersebut masih perlu diuji realisasinya di tengah tantangan global yang kian kompleks.
Dalam pidatonya yang dikutip dari laman resmi kepresidenan pada Selasa (1/9), Prabowo mengeklaim bahwa sejumlah pencapaian strategis pemerintah saat ini telah menjadi modal utama untuk mewujudkan kemandirian dan daya saing bangsa di masa depan.
Namun, narasi optimisme yang terus digaungkan ini memicu pertanyaan kritis dari berbagai pihak mengenai sejauh mana efektivitas kebijakan nyata pemerintah dalam mengatasi ketimpangan ekonomi serta ketergantungan asing yang nyatanya masih membayangi struktur domestik.
Publik kini menanti pembuktian konkret dari janji kemandirian tersebut agar tidak sekadar berakhir menjadi retorika politik di hadapan massa organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama.





