SANGATTA – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) hingga kini terus mengupayakan perluasan jaringan telekomunikasi di wilayah pelosok guna mengatasi kesenjangan digital yang masih mengisolasi warga pedalaman.
Meski usulan penguatan infrastruktur ini telah diajukan sejak tahun 2024 lalu, realisasi di lapangan dinilai belum menunjukkan progres signifikan bagi masyarakat di daerah terdalam yang masih terjebak dalam area tanpa sinyal (blank spot).
Langkah birokrasi dan kendala teknis seringkali menjadi dalih klasik di balik lambatnya pembangunan menara telekomunikasi, padahal akses informasi merupakan kebutuhan mendesak untuk menunjang ekonomi dan pendidikan warga desa.
Publik kini menunggu transparansi pemerintah mengenai jumlah titik yang benar-benar telah teraliri sinyal secara stabil, agar program ini tidak sekadar menjadi rutinitas administratif tahunan tanpa dampak nyata yang dirasakan masyarakat bawah.





