SELAYAR – Sejumlah warga di Kabupaten Kepulauan Selayar mulai meninggalkan lokasi pengungsian untuk kembali ke rumah masing-masing pada Rabu (15/12) setelah situasi dianggap kondusif pasca-gempa NTT berkekuatan magnitudo 7,4 yang memicu kepanikan massal.
Namun, langkah pemulangan ini dinilai terlalu prematur dan berisiko mengingat masih banyak warga yang didera trauma mendalam sehingga memilih tetap bertahan di area pegunungan akibat minimnya informasi keamanan bangunan dari pihak otoritas.
Kondisi lapangan yang timpang ini mencerminkan kegagalan pemerintah daerah dalam memberikan jaminan keselamatan yang konkret, sehingga masyarakat dibiarkan memutuskan nasibnya sendiri di tengah ancaman gempa susulan yang masih mungkin terjadi.
Pemerintah semestinya tidak sekadar memberikan imbauan pulang, melainkan wajib melakukan audit struktur bangunan dan edukasi mitigasi yang lebih komprehensif agar warga tidak terjebak dalam rasa aman palsu di zona rawan bencana.




