JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memicu kontroversi tajam setelah menganggarkan miliaran rupiah untuk pengadaan tablet hingga semir sepatu bagi personel Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Jakarta baru-baru ini. Langkah tersebut dipertanyakan publik karena urgensi barang-barang pendukung tersebut dinilai tidak relevan dengan target utama pemenuhan gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengamat menilai alokasi dana fantastis untuk atribut di luar kebutuhan pangan ini sebagai alarm serius bagi tata kelola keuangan negara yang seharusnya difokuskan sepenuhnya pada kualitas nutrisi masyarakat bawah.
Dugaan mark-up harga pengadaan yang dilaporkan berada di atas rata-rata pasar semakin memperburuk citra transparansi lembaga baru tersebut. Kritikus menekankan bahwa pemborosan anggaran untuk fasilitas non-esensial berisiko tinggi menggerus efektivitas program pengentasan stunting yang menjadi mandat utama BGN. Tanpa pengawasan ketat dari lembaga auditor, proyek ambisius ini dikhawatirkan hanya menjadi ajang pemborosan anggaran alih-alih memberikan dampak nyata bagi kesehatan anak-anak Indonesia. Reformasi manajemen anggaran sangat mendesak dilakukan agar visi besar MBG tidak terdistorsi oleh praktik pengadaan yang sarat akan pemborosan.





