JAKARTA – Jakarta dan Jawa Barat resmi terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 setelah pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga menggelar rapat koordinasi lintas lembaga guna memastikan kesiapan infrastruktur turnamen yang masuk dalam kalender resmi FIFA Matchday tersebut.
Penunjukan dua wilayah strategis ini menuntut komitmen tinggi dari pemerintah daerah untuk menyediakan fasilitas kelas dunia sesuai standar FIFA yang sangat ketat dan tidak jarang memakan biaya besar.
Namun di balik optimisme yang digaungkan, publik patut mengkritisi skema anggaran dan transparansi pengelolaan dana yang digunakan untuk renovasi maupun operasional acara agar tidak terjadi pemborosan uang negara.
Pemerintah harus menjamin bahwa status tuan rumah ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan mampu memberikan dampak ekonomi nyata serta perawatan fasilitas yang berkelanjutan pasca-turnamen berakhir.




