JAKARTA – Striker naturalisasi Timnas Indonesia, Luke Vickery, secara terbuka menyatakan ambisinya untuk membawa Skuad Garuda meraih gelar juara pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026 mendatang di Jakarta sebagai upaya memutus tren negatif tanpa trofi yang sudah lama menghantui publik sepak bola tanah air.
Meski ungkapan kebanggaan Vickery setelah dipanggil memperkuat tim nasional patut diapresiasi, publik tentu mempertanyakan apakah target juara ini didasari oleh kesiapan teknis yang matang atau hanya sekadar retorika manis untuk menarik simpati suporter semata.
Vickery mengajak seluruh pendukung untuk memadati stadion demi memberikan tekanan mental kepada lawan, namun kehadiran ribuan penonton di tribun tidak akan berarti banyak jika koordinasi lini depan yang dipimpinnya masih sering terjebak dalam masalah penyelesaian akhir yang buruk.
Ambisi besar yang dilontarkan pemain muda ini justru menaruh beban berat di pundaknya sendiri, mengingat ekspektasi tinggi masyarakat terhadap pemain keturunan sering kali berujung pada kritik tajam dan hujatan jika ia gagal memberikan hasil instan di lapangan hijau nanti.





