BATANG – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri dan menyaksikan langsung prosesi Akad Massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 62.000 unit rumah di Batang, Jawa Tengah, pada Kamis (30/7/2026).
Meskipun agenda ini diklaim sebagai langkah konkret pemerintah dalam menekan angka backlog hunian nasional, publik patut mempertanyakan apakah angka fantastis tersebut hanya sekadar komoditas politik seremonial tanpa memperhatikan standar kualitas bangunan jangka panjang.
Pemerintah harus memberikan jaminan bahwa beban fiskal yang dialokasikan melalui skema subsidi ini benar-benar memberikan manfaat nyata, mengingat seringnya muncul keluhan mengenai fasilitas umum yang tidak memadai pada berbagai proyek rumah subsidi massal sebelumnya.
Transparansi dalam seleksi penerima manfaat juga menjadi catatan kritis agar program ini tepat sasaran dan tidak berakhir sebagai aset mangkrak yang justru merugikan masyarakat berpenghasilan rendah.




