NEW YORK – Harga minyak mentah dunia melonjak tajam lebih dari 3 persen di pasar global pada perdagangan terbaru setelah Amerika Serikat secara resmi menuding Iran tidak menunjukkan keseriusan dalam proses negosiasi perdamaian.
Kenaikan signifikan ini membawa minyak mentah jenis Brent ditutup pada level US$ 94,07 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS menguat menjadi US$ 86,83 per barel.
Lonjakan harga ini mencerminkan betapa rapuhnya stabilitas energi global yang terus-menerus dijadikan sandera oleh retorika politik dan kegagalan diplomasi antara negara-negara besar.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar energi dunia belum mampu lepas dari cengkeraman ketidakpastian geopolitik yang sering kali mengabaikan beban ekonomi yang harus ditanggung masyarakat luas.





