WASHINGTON D.C. – Ketua DPR AS Mike Johnson dan Pemimpin Minoritas Hakeem Jeffries akhirnya mengakui urgensi risiko kecerdasan buatan (AI) yang kian mengkhawatirkan namun menyatakan belum memiliki solusi cepat dalam rangkaian diskusi regulasi yang dijadwalkan mulai pekan ini di Washington D.C.
Dalam pernyataan pada hari Minggu, Johnson secara spesifik menyoroti ancaman persaingan dari China, sementara Jeffries mendesak Kongres untuk segera membuka meja perundingan formal guna mengatasi disrupsi tersebut.
Ketidaksiapan legislatif ini mencerminkan sikap kritis terhadap lambannya pemerintah dalam merespons ledakan teknologi, di mana para pembuat kebijakan seolah baru tersadar saat ancaman kedaulatan sudah berada di depan mata.
Langkah ini dinilai sebagai respons yang sangat terlambat dan sekadar formalitas birokrasi, mengingat pesatnya perkembangan AI global telah jauh melampaui lambatnya kerangka hukum yang baru akan diperdebatkan saat ini.
