SAMARINDA – Program Studi Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman (Unmul) meluncurkan inisiatif revitalisasi lagu daerah Kalimantan Timur melalui produksi video klip modern di Samarinda untuk menarik minat generasi muda di tengah kepungan konten digital global.
Langkah ini bertujuan menghidupkan kembali identitas budaya dan nilai sejarah masyarakat yang mulai luntur akibat minimnya adaptasi musik tradisional terhadap perkembangan teknologi informasi saat ini.
Meskipun upaya digitalisasi ini patut diapresiasi, strategi penggunaan video klip perlu dikritisi karena dikhawatirkan hanya akan menyentuh aspek visual yang superfisial semata.
Transformasi ke format digital berisiko mereduksi kedalaman makna filosofis dan autentisitas musik daerah jika hanya mengejar estetika visual demi popularitas sesaat di platform media sosial.
Keberhasilan pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan memproduksi konten menarik, tetapi juga membutuhkan ekosistem edukasi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Akademisi dan pemerintah daerah harus memastikan bahwa proyek ini bukan sekadar formalitas akademik, melainkan mampu menanamkan kecintaan yang mendalam terhadap jati diri bangsa tanpa mengorbankan esensi musikalitas tradisional itu sendiri.





