Indonesia Jadi Pendiri WAICO Bersama China, Pakar Ingatkan Risiko Dominasi Huawei

Ilustrasi kerja sama teknologi kecerdasan buatan antara Indonesia dan China dalam naungan organisasi WAICO. (Foto: RSS)

JAKARTA – Indonesia secara resmi memposisikan diri sebagai salah satu dari 29 negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) bersama China untuk membidik kemitraan strategis dengan raksasa teknologi Huawei serta ByteDance.

Keputusan bergabungnya pemerintah dalam organisasi yang diinisiasi Tiongkok ini memicu kritik tajam mengenai potensi ancaman terhadap kedaulatan data nasional serta ketergantungan infrastruktur digital yang berlebihan pada satu poros kekuatan global.

Meski pemerintah berdalih langkah ini bertujuan mempercepat adopsi AI melalui investasi asing, keterlibatan aktif Huawei dan ByteDance dikhawatirkan dapat memperlemah posisi tawar perusahaan teknologi lokal di pasar domestik.

Ambisi besar ini dinilai sangat berisiko jika tidak dibarengi dengan regulasi perlindungan privasi yang ketat serta penguatan riset mandiri agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar konsumsi bagi teknologi luar negeri.