BEIJING – Petugas penyelamat di Tiongkok baru-baru ini mengerahkan jembatan apung portabel untuk mengevakuasi ribuan warga yang terjebak banjir besar di wilayah terdampak.
Langkah ini menarik perhatian dunia internasional sebagai demonstrasi kekuatan teknologi tanggap darurat militer yang dialihfungsikan untuk misi kemanusiaan di tengah situasi darurat.
Namun, ketergantungan pada peralatan canggih ini memicu kritik tajam dari para ahli mengenai kegagalan sistem drainase dan lemahnya perencanaan tata kota dalam menghadapi cuaca ekstrem.
Penggunaan jembatan apung tersebut dianggap hanya sebagai solusi sementara yang justru menutupi urgensi penguatan mitigasi bencana jangka panjang bagi pemukiman warga.




