JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul secara resmi menyatakan dukungannya untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh sastra Sutan Takdir Alisjahbana di Jakarta baru-baru ini karena kontribusi signifikannya dalam memperjuangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Dukungan ini mencerminkan pengakuan negara terhadap perjuangan intelektual, namun di sisi lain memicu pertanyaan kritis mengenai objektivitas proses seleksi pahlawan nasional yang kerap kali dianggap hanya memenuhi formalitas administratif semata.
Langkah Kementerian Sosial tersebut dinilai perlu diuji lebih lanjut melalui kajian sejarah yang komprehensif agar gelar ini tidak sekadar menjadi komoditas politik tahunan yang mengabaikan dialektika pemikiran kritis sang tokoh.
Pemerintah diharapkan tidak hanya berhenti pada pemberian gelar seremonial, melainkan juga menghidupkan kembali visi modernitas Alisjahbana dalam memperkuat jati diri bangsa yang saat ini semakin tergerus arus globalisasi.





