Diskriminasi KNIL Maluku di Belanda 1951: Luka yang Tak Terobati

Keluarga mantan tentara KNIL Maluku saat tiba di Belanda pada tahun 1951, awal dari sejarah diskriminasi panjang yang mereka alami. (Foto: RSS)

DEN HAAG – Sebanyak puluhan ribu mantan tentara KNIL asal Maluku beserta keluarga mereka mengalami penderitaan panjang akibat pemindahan paksa dan perlakuan diskriminatif oleh pemerintah Belanda sejak tahun 1951 hingga saat ini.

Kisah pilu ini bermula ketika mereka diberhentikan secara tidak terhormat setibanya di pelabuhan Belanda, tanah yang awalnya dijanjikan sebagai tempat perlindungan namun justru menjadi penjara ketidakpastian bagi mereka.

Setelah 75 tahun berlalu, permintaan maaf formal dari otoritas Belanda dinilai hambar dan tidak cukup untuk menghapus trauma sistematis serta hilangnya identitas yang dialami generasi pertama hingga keturunannya yang terjebak dalam limbo politik.

Kritik tajam terus mengalir terhadap kebijakan masa lalu yang mengabaikan hak asasi manusia demi ego kolonial, meninggalkan luka sejarah yang tetap menganga karena mereka merasa dikhianati oleh Belanda dan terasing dari tanah kelahiran Maluku.

Tanya Disini?
Mr. Fact AI
×
Halo Sahabat! 👋 Mau tau info berita apa hari ini?

💡 Pilih kategori atau tanya langsung soal berita yang lagi viral. Saya akan jelaskan singkat!