JAKARTA – Gubernur Jakarta Pramono Anung merencanakan penataan ulang kawasan Taman Semanggi secara masif sebagai kado ulang tahun ke-500 Jakarta pada 2027 mendatang dengan fokus utama pada kenyamanan serta konektivitas pejalan kaki.
Proyek yang dijanjikan rampung dalam tiga tahun ini diklaim akan memberikan wajah baru bagi salah satu ikon tersibuk di ibu kota tersebut.
Namun, langkah ambisius ini memicu kritik tajam terkait urgensi pengalokasian anggaran yang besar hanya demi mengejar target seremonial di tengah persoalan mendasar Jakarta seperti kemacetan kronis dan ancaman banjir yang belum tertangani sepenuhnya.
Publik kini mempertanyakan apakah penataan estetika kawasan Semanggi benar-benar akan memberikan dampak sistemik bagi mobilitas warga atau sekadar menjadi proyek kosmetik menjelang akhir masa jabatan.





