Kritik Gerakan Ekoteologi Pesparawi XIV: Aksi Tanam Pohon Kaltim Hanya Seremonial?

Kontingen Kaltim saat melakukan aksi penanaman pohon gaharu di Pulau Mansinam dalam rangkaian Pesparawi XIV. (Foto: RSS)

MANOKWARI – Kontingen Kalimantan Timur melakukan penanaman pohon gaharu di Pulau Mansinam, Manokwari, pada Sabtu (20/6/2026), sebagai bagian dari agenda Pesparawi Nasional XIV guna mendukung gerakan Ekoteologi Kementerian Agama RI.

Aksi penanaman pohon ini diklaim sebagai bentuk kepedulian lingkungan, namun efektivitas kegiatan seremonial semacam ini mulai dipertanyakan di tengah ancaman deforestasi yang masih menghantui Tanah Papua.

Implementasi program ramah lingkungan di tengah kemeriahan acara keagamaan seringkali hanya menjadi formalitas tanpa adanya jaminan pemantauan keberlanjutan terhadap bibit yang telah ditanam tersebut.

Penggunaan istilah Ekoteologi dalam kegiatan ini seharusnya tidak berhenti pada simbolisasi belaka, melainkan harus dibarengi dengan kebijakan nyata dalam mengurangi jejak karbon selama acara berlangsung.

Publik berharap upaya pelestarian ini tidak sekadar menjadi pelengkap dokumentasi kegiatan, melainkan langkah awal bagi komitmen lingkungan yang lebih serius dan berdampak nyata bagi ekosistem Papua.