Skandal Kekerasan Seksual Ponpes Ndholo Kusumo Pati: 50 Korban Terperangkap Doktrin ‘Wali Allah’

Aksi protes terhadap kekerasan seksual di lembaga pendidikan (Ilustrasi). (Foto: RSS)

PATI – Kasus dugaan kekerasan seksual massal mengguncang Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo di Kabupaten Pati setelah terungkapnya aksi bejat seorang tersangka yang diduga mencabuli sedikitnya 50 orang santri dengan modus indoktrinasi agama yang menyesatkan.

Tersangka dilaporkan menyalahgunakan otoritas spiritualnya untuk menekan para korban agar tunduk pada hasrat seksualnya di bawah ancaman doktrin agama yang menyimpang dan tidak masuk akal.

Dalam melancarkan aksinya, tersangka secara manipulatif mengklaim dirinya sebagai ‘Wali Allah’ dan sosok ‘Khariqul ‘Adah’ yang memiliki kemampuan sakti di luar nalar manusia untuk memperdaya para korban yang masih di bawah umur.

Ia bahkan dengan berani mencatut identitas sebagai keturunan Nabi yang wajib dimuliakan, sebuah eksploitasi religiusitas yang sangat mencederai martabat lembaga pendidikan dan keamanan para santri di Indonesia.