PATI – Warga menggeruduk sebuah pondok pesantren di Pati, Jawa Tengah, menyusul penetapan tersangka terhadap sang pendiri ponpes yang diduga kuat telah mencabuli puluhan santriwati di bawah umur secara sistematis.
Skandal memuakkan ini sebenarnya telah dilaporkan oleh salah satu korban yang sudah lulus sejak September 2024, namun penanganan yang terkesan lamban memicu kemarahan publik hingga massa turun ke jalan.
Tindakan bejat ini merupakan bentuk kegagalan total dalam pengawasan institusi pendidikan agama yang seharusnya menjadi ruang aman, bukan ladang bagi predator berkedok tokoh agama untuk mengeksploitasi santri.
Aparat penegak hukum kini dituntut untuk bertindak transparan dan memberikan hukuman maksimal guna memutus rantai kekerasan seksual yang sering kali disembunyikan di balik dinding pesantren.





