JAKARTA – Presiden resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik Deyang di Jakarta guna memimpin implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah menjadi sorotan publik.
Penunjukan ini langsung memicu gelombang skeptisisme dari sejumlah pengamat yang menilai bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan membawa perbaikan nyata bagi karut-marut pengelolaan gizi nasional.
Kritik tajam muncul karena langkah ini dianggap sebagai keputusan politis semata yang justru berpotensi memperburuk situasi di tengah banyaknya persoalan teknis dan transparansi dalam program MBG.
Para ahli memperingatkan bahwa tanpa visi yang kuat dan pembenahan sistemik, badan ini hanya akan menjadi beban birokrasi baru tanpa memberikan dampak konkret bagi kesehatan masyarakat luas.





