BEIJING – Sebuah robot humanoid buatan China dilaporkan berhasil memecahkan rekor lari 100 meter dunia milik pelari legendaris Usain Bolt dengan catatan waktu di bawah 9,58 detik dalam sebuah uji coba teknologi di Beijing baru-baru ini.
Pencapaian teknis ini menandai lompatan besar dalam dunia robotika, di mana mesin kini secara mekanis mampu melampaui batas fisik manusia paling maksimal sekalipun.
Namun, keberhasilan ini memicu kritik tajam mengenai relevansi membandingkan perangkat kabel dan motor listrik dengan atlet manusia yang harus melewati perjuangan biologis serta dedikasi fisik murni.
Kemenangan robotik ini dinilai hambar karena tanpa adanya batasan biologis, esensi kompetisi olahraga yang menjunjung tinggi semangat dan perjuangan emosional manusia justru terancam terdegradasi.





