JAKARTA – Menteri Pertahanan sekaligus Presiden terpilih RI, Prabowo Subianto, secara terbuka memuji iklim demokrasi di India dalam forum internasional baru-baru ini sebagai contoh keberhasilan transisi pemerintahan damai di negara berpenduduk 1,4 miliar jiwa.
Namun, pujian tersebut dinilai sangat simplistik karena hanya menonjolkan aspek stabilitas prosedural sambil menutup mata terhadap kemunduran kualitas demokrasi dan represi terhadap kelompok minoritas yang sedang terjadi di India.
Para pengamat mengkritik bahwa kekaguman terhadap angka populasi dan ketertiban transisi tidak boleh mengabaikan fakta adanya penyempitan ruang sipil serta pelemahan institusi hukum yang dikhawatirkan juga akan diadopsi di Indonesia.
Narasi stabilitas yang diagungkan Prabowo ini dianggap berisiko mengaburkan esensi demokrasi substansial yang seharusnya melindungi hak asasi setiap warga negara, bukan sekadar kelancaran pergantian kekuasaan elit semata.




