KUPANG – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi membuka posko bantuan terpusat di tujuh kabupaten pada pekan ini guna merespons dampak gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores.
Langkah ini diklaim sebagai bentuk kepedulian nyata partai terhadap para penyintas yang kehilangan tempat tinggal serta kebutuhan pokok di wilayah terdampak.
Namun, pembukaan posko bantuan oleh partai politik di tengah situasi darurat sering kali memicu pertanyaan publik mengenai urgensi koordinasi satu pintu di bawah otoritas resmi seperti BPBD.
Kehadiran atribut partai di lokasi bencana dikhawatirkan justru mengaburkan esensi bantuan kemanusiaan menjadi sekadar ajang branding politik demi meraih simpati elektoral.
Meskipun bantuan logistik sangat dibutuhkan, efektivitas distribusi melalui tujuh posko terpisah ini perlu diawasi ketat agar tidak tumpang tindih dengan program pemerintah.
Publik kini menanti apakah aksi ini murni didorong oleh solidaritas sosial yang tulus atau sekadar strategi pragmatis dalam memanfaatkan momentum bencana.




