Kritik Hilirisasi Kutai Timur: Transformasi Ekonomi atau Sekadar Ganti Wajah?

Upaya transformasi ekonomi Kutai Timur melalui hilirisasi batu bara menjadi metanol yang menuai sorotan kritis terkait dampak lingkungan. (Foto: RSS)

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) saat ini tengah memacu percepatan transformasi ekonomi melalui kebijakan hilirisasi industri dari sebelumnya yang bergantung pada ekspor batu bara mentah menuju pengembangan industri metanol di Sangatta demi mengejar nilai tambah ekonomi daerah.

Namun, langkah ambisius ini memicu pertanyaan kritis terkait kesiapan infrastruktur pendukung dan risiko apakah keuntungan ekonomi tersebut benar-benar akan terdistribusi secara merata kepada masyarakat lokal atau hanya menguntungkan korporasi besar.

Peralihan ke industri metanol dinilai masih terjebak dalam pola pikir ekstraktif yang rentan terhadap fluktuasi pasar global serta berpotensi memperpanjang jejak kerusakan lingkungan yang selama ini menghantui wilayah Kalimantan Timur.

Tanpa pengawasan ketat dan peta jalan transparan, klaim transformasi ini dikhawatirkan hanya menjadi narasi pemanis untuk melegitimasi eksploitasi sumber daya alam yang terus berlanjut dengan kemasan baru.

Tanya Disini?
Mr. Fact AI
×
Halo Sahabat! 👋 Mau tau info berita apa hari ini?

💡 Pilih kategori atau tanya langsung soal berita yang lagi viral. Saya akan jelaskan singkat!