Tragedi Labuhanbatu Utara: Petani Sawit Tewas Dianiaya Keamanan PT Agrinas

Ilustrasi konflik agraria dan kekerasan di perkebunan sawit yang terus memakan korban jiwa di kalangan petani kecil. (Foto: RSS)

LABUHANBATU UTARA – Kasus kekerasan fatal kembali mengguncang sektor perkebunan di Labuhanbatu Utara, Sumatra Utara, setelah empat petani sawit diburu dan dianiaya secara brutal oleh oknum keamanan PT Agrinas Palma Nusantara yang diduga melibatkan oknum aparat pada pekan ini. Insiden tragis yang bermula dari ketegangan di area perkebunan tersebut mengakibatkan satu orang petani meregang nyawa, sementara tiga lainnya mengalami luka serius akibat penganiayaan sistematis.

Tragedi ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan manifestasi nyata dari ketimpangan kuasa dalam konflik agraria yang masih menghantui wilayah Sumatra Utara. Pola kekerasan yang melibatkan kekuatan keamanan korporasi dan elemen militer menunjukkan betapa rentannya posisi masyarakat lokal saat berhadapan dengan kepentingan industri skala besar yang kerap memprioritaskan pengamanan aset di atas nyawa manusia.

Berulangnya aksi kekerasan di sektor perkebunan sawit ini mengindikasikan adanya impunitas yang langgeng dan kegagalan negara dalam mereformasi tata kelola agraria. Selama pendekatan represif masih dijadikan alat utama dalam penyelesaian sengketa lahan, maka ruang hidup petani akan terus terancam oleh praktik-praktik paramiliter yang menormalisasi kekerasan demi kelancaran profit korporasi.