SACRAMENTO – Juri di Pengadilan Sacramento, California, gagal mencapai kesepakatan terkait dakwaan pembunuhan terhadap dua pria yang terlibat dalam penembakan massal tahun 2022 yang menewaskan enam orang dan melukai 13 lainnya di luar arena pusat kota.
Meskipun terhindar dari vonis pembunuhan yang berat, kedua terdakwa tersebut tetap dinyatakan bersalah atas dakwaan pelanggaran kepemilikan senjata api dalam insiden berdarah tersebut.
Hasil persidangan ini memicu kritik tajam terhadap efektivitas sistem peradilan yang dinilai gagal memberikan keadilan utuh bagi para korban dan keluarga yang telah lama menanti kepastian hukum.
Ketidakmampuan hukum untuk menjerat pelaku dengan dakwaan pembunuhan dalam peristiwa sebrutal ini menunjukkan adanya celah besar dalam akuntabilitas kasus kekerasan senjata api yang kian mengkhawatirkan.



