SAN FRANCISCO – OpenAI secara resmi meluncurkan versi ChatGPT khusus untuk pengguna remaja di San Francisco guna memberikan lingkungan belajar berbasis kecerdasan buatan yang diklaim lebih aman.
Langkah ini diambil dengan mengintegrasikan filter konten yang lebih ketat serta sistem pengawasan tambahan untuk meminimalisir risiko paparan materi berbahaya bagi pengguna di bawah umur.
Namun, peluncuran ini memicu kritik tajam mengenai efektivitas algoritma dalam menyaring informasi yang benar-benar sensitif secara konsisten.
Banyak pihak meragukan apakah fitur perlindungan tersebut cukup kuat untuk membendung manipulasi informasi atau sekadar menjadi cara bagi perusahaan untuk memperluas basis data pengguna muda.
Selain masalah keamanan konten, isu privasi data anak tetap menjadi kekhawatiran utama di tengah janji OpenAI mengenai dukungan fokus belajar.
Kehadiran ChatGPT di kalangan remaja dikhawatirkan akan menciptakan ketergantungan teknologi yang mematikan kemampuan berpikir kritis jika tidak dibarengi dengan pengawasan ketat dan regulasi yang transparan.





