KATHMANDU – Pemerintah Nepal secara tegas mendesak platform raksasa Meta dan TikTok untuk segera menghapus konten hoaks berbasis kecerdasan buatan (AI) yang beredar luas pascabanjir bandang di Kathmandu demi mencegah disinformasi yang menyesatkan masyarakat di tengah situasi darurat.
Langkah ini diambil sebagai kritik keras terhadap kelambanan perusahaan teknologi global dalam menyaring narasi palsu yang justru memperkeruh proses pemulihan bencana dan memicu kepanikan warga secara luas.
Otoritas setempat menuntut adanya perbaikan algoritma secara total agar konten berbahaya dapat terblokir secara otomatis tanpa harus menunggu laporan manual yang memakan waktu lama.
Kegagalan sistem keamanan platform dalam membendung manipulasi AI ini membuktikan bahwa tanggung jawab moral penyedia layanan media sosial masih jauh dari harapan dalam melindungi kedaulatan informasi negara berkembang.


