JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di Indonesia akan dimulai secara bertahap pada akhir Oktober 2023, namun fenomena El Nino yang masih bertahan diperkirakan akan membuat curah hujan jauh lebih rendah dari normalnya.
Kondisi ini patut dikritisi karena potensi kekeringan berkepanjangan dapat mengancam ketahanan pangan nasional dan memicu kegagalan panen massal jika pemerintah tidak segera melakukan langkah mitigasi yang konkret.
Prediksi curah hujan yang lebih kering ini bukan sekadar angka statistik, melainkan alarm keras bagi pengelolaan sumber daya air yang selama ini dinilai masih gagap menghadapi anomali iklim ekstrem.
Masyarakat kini menantikan kebijakan nyata agar ancaman El Nino ini tidak berujung pada krisis air bersih dan lonjakan harga pangan yang semakin membebani rakyat kecil.



