TEHERAN – Ketegangan di Selat Hormuz kembali memuncak setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan udara terhadap target-target yang terkait dengan Iran pada hari Minggu kemarin, sebuah tindakan yang secara nyata menghancurkan sisa-sisa harapan gencatan senjata di kawasan strategis tersebut.
Serangan ini hanyalah babak terbaru dari pola kekerasan timbal balik yang membuktikan bahwa diplomasi internasional telah lumpuh total di hadapan ambisi militer kedua belah pihak yang terus saling memprovokasi.
Perselisihan berkepanjangan terkait kendali jalur pelayaran global ini menunjukkan kegagalan kepemimpinan global dalam meredam ego geopolitik yang secara langsung membahayakan stabilitas ekonomi dan keamanan warga sipil di Timur Tengah.
Tanpa adanya langkah de-eskalasi yang tulus, siklus serangan balas dendam ini dipastikan akan terus berlanjut dan berisiko menjerumuskan dunia ke dalam krisis energi yang lebih parah akibat ketidakstabilan di Selat Hormuz.


