Klaim Penurunan RW Kumuh Jakarta 52 Persen Tuai Sorotan Kritis

Suasana salah satu kawasan pemukiman padat penduduk di Jakarta yang masih memerlukan perhatian serius terkait tata ruang dan sanitasi. (Foto: RSS)

JAKARTA – Calon Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengeklaim jumlah Rukun Warga (RW) kumuh di Jakarta menurun drastis sebesar 52,58 persen dari 445 menjadi 211 wilayah berdasarkan pendataan terbaru Pemprov DKI Jakarta.

Penggunaan teknologi satelit disebut menjadi kunci utama di balik klaim penurunan angka ini karena dianggap mampu memotret kondisi tata ruang secara lebih akurat dan transparan.

Namun, penggunaan data satelit sebagai indikator tunggal memicu kritik tajam lantaran teknologi tersebut sering kali gagal membedakan kepadatan bangunan dengan kualitas sanitasi serta kesejahteraan sosial yang dirasakan langsung oleh warga di lapangan.

Publik pun mendesak agar validasi data tidak hanya berhenti pada tampilan visual udara, melainkan harus dibuktikan dengan perbaikan nyata pada akses air bersih dan kelayakan hunian yang selama ini menjadi persoalan menahun di ibu kota.