SAMARINDA – Komunitas Ketak Ketik di Samarinda berupaya mendorong anak muda untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan menulis sebagai sarana refleksi diri di tengah gempuran konten instan.
Inisiator Ketak Ketik, Nesya Aqidatul Izza, menilai bahwa menulis merupakan media krusial untuk menyalurkan ide dan keresahan pikiran agar tidak sekadar menguap tanpa karya.
Namun, langkah ini memicu pertanyaan kritis mengenai sejauh mana komunitas mampu menjaga kualitas substansi tulisan agar tidak terjebak pada tren katarsis emosional yang dangkal dan narsistik.
Keberhasilan gerakan di Samarinda ini akan sangat diuji oleh konsistensi anggotanya dalam menghasilkan pemikiran yang berdampak sosial, bukan sekadar memburu validasi di media digital.





