JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan industri hulu hingga hilir plastik di Jakarta guna memitigasi risiko gangguan pasokan akibat memanasnya dinamika geopolitik global. Langkah koordinasi ini diambil sebagai respons cepat untuk memantau ketersediaan stok bahan baku dan menyusun strategi ketahanan pasokan di tengah ancaman disrupsi jalur logistik serta fluktuasi harga energi dunia yang kian tidak menentu.
Meski langkah ini terlihat strategis, upaya Kemenperin tersebut menggarisbawahi rapuhnya kemandirian industri nasional yang masih sangat bergantung pada bahan baku impor. Pertemuan yang membahas strategi mitigasi ini dinilai hanya bersifat reaktif dan bersifat jangka pendek jika tidak dibarengi dengan percepatan pembangunan infrastruktur industri hulu di dalam negeri. Tanpa kedaulatan bahan baku, industri plastik domestik akan terus terjebak dalam posisi rentan terhadap guncangan eksternal yang berada di luar kendali pemerintah.
Pemerintah kini dituntut untuk membuktikan bahwa pemantauan stok ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan langkah nyata untuk mencegah lonjakan harga di tingkat konsumen. Jika strategi mitigasi gagal mengantisipasi pembengkakan biaya produksi akibat krisis global, maka sektor hilir yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat dipastikan akan menanggung beban ekonomi paling berat, yang berujung pada penurunan daya beli secara makro.





