JAKARTA – Sejumlah perempuan lajang di Jakarta kini mulai meninggalkan aplikasi kencan dan beralih ke jasa kencan buta konvensional demi menemukan pasangan yang lebih nyata pada pekan ini.
Fenomena ini dipicu oleh rasa jenuh terhadap interaksi semu di platform digital yang sering kali gagal memberikan jaminan keamanan serta verifikasi identitas yang jujur bagi penggunanya.
Peralihan tersebut merupakan bentuk kritik terhadap kegagalan teknologi dalam memitigasi risiko pelecehan dan penipuan yang menghantui perempuan di ruang siber.
Meski kencan buta dianggap lebih personal, ketergantungan pada jasa mak comblang berbayar tetap berisiko melanggengkan komodifikasi hubungan di tengah standar pernikahan yang semakin transaksional dan kompleks.





