JAKARTA – Radea Respati Paramudhita mendesak pemerintah untuk segera membangun kolaborasi lintas sektor yang nyata guna memberdayakan warga binaan di Jakarta agar program pembinaan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tanpa hasil nyata.
Langkah kritis ini diambil karena pemberian keterampilan teknis saja dinilai tidak akan pernah cukup jika tidak dibarengi dengan pembentukan ekosistem yang menghubungkan proses pelatihan hingga ke tahap pemasaran produk secara profesional.
Ia menekankan bahwa tanpa adanya integrasi pasar yang jelas, segala bentuk pelatihan yang diberikan akan sia-sia karena produk yang dihasilkan warga binaan sering kali sulit bersaing dan tidak memiliki nilai ekonomi yang kompetitif.
Oleh karena itu, diperlukan sinergi kuat antara pihak lapas dengan sektor swasta untuk memastikan narapidana memiliki kemandirian finansial yang berkelanjutan sebagai bekal utama sebelum mereka kembali ke tengah masyarakat.




