JAKARTA – JAKARTA – Publik kini menyoroti rincian gaji serta tunjangan posisi Kepala Kas di berbagai Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna menuntut transparansi pengelolaan anggaran perusahaan plat merah tersebut.
Mengingat BUMN menggunakan modal yang bersumber dari kekayaan negara, besaran upah yang diterima karyawan di level operasional ini menjadi perhatian kritis para pengamat ekonomi.
Kisarannya diprediksi mencapai Rp5 juta hingga lebih dari Rp15 juta rupiah per bulan, namun angka ini seringkali dinilai tidak merata jika dibandingkan dengan beban kerja serta risiko hukum yang sangat tinggi dalam mengelola arus kas harian perbankan.
Pemberian tunjangan prestasi dan asuransi memang menjadi daya tarik, tetapi efektivitas pengeluaran kompensasi ini harus tetap diawasi secara ketat agar tidak sekadar menjadi beban finansial negara di tengah tuntutan pelayanan publik yang lebih efisien.





