JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah keras isu mengenai menipisnya kas negara hingga tersisa Rp 120 triliun dalam konferensi pers di Jakarta demi meredam gejolak spekulasi publik mengenai kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Meski Purbaya mengklaim kondisi keuangan negara masih dalam posisi aman dan melimpah, pernyataan ini justru memicu kritik tajam mengenai transparansi pengelolaan dana publik yang seharusnya didasarkan pada data real-time yang akuntabel.
Bantahan normatif tersebut dinilai belum cukup untuk menenangkan pasar jika pemerintah tidak segera membuka rincian saldo terkini secara transparan guna menghindari ketidakpastian ekonomi yang lebih dalam.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena likuiditas negara masih sangat mencukupi untuk membiayai belanja negara hingga akhir tahun anggaran.





