JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui Ketua Puan Maharani menjadwalkan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bagi calon petinggi Bank Indonesia (BI) di Jakarta pada pekan depan guna menentukan nakhoda baru otoritas moneter tersebut.
Namun, langkah ini memicu kekhawatiran terkait transparansi dan independensi proses seleksi agar posisi krusial tersebut tidak sekadar menjadi ajang bagi-bagi kursi politik semata.
Rekam jejak serta integritas para calon harus digali secara mendalam untuk memastikan bahwa mereka mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional tanpa adanya tekanan intervensi dari pihak mana pun.
Ujian pekan depan akan membuktikan apakah DPR benar-benar berpihak pada kepentingan publik atau hanya menjalankan rutinitas birokrasi yang sarat akan kepentingan kelompok tertentu.





