DPR Apresiasi BI-China Perkuat Rupiah, Pengamat Ingatkan Risiko Yuan

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat menyoroti kebijakan penguatan nilai tukar Rupiah melalui kerja sama bilateral. (Foto: RSS)

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah strategis Bank Indonesia (BI) yang memperpanjang kerja sama Bilateral Currency Swap Agreement (BCSA) dengan People’s Bank of China (PBOC) di Jakarta guna memperkokoh stabilitas nilai tukar Rupiah.

Kebijakan de-dolarisasi melalui penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral ini dianggap sebagai solusi taktis untuk menekan volatilitas pasar akibat fluktuasi Dollar AS yang sering kali merugikan neraca perdagangan nasional.

Meski demikian, langkah ini memicu catatan kritis terkait potensi ketergantungan baru terhadap ekonomi Tiongkok, sehingga pemerintah dan BI dituntut untuk tetap waspada agar diversifikasi cadangan devisa tidak mengorbankan independensi moneter Indonesia di mata global.

Transparansi dalam implementasi dana kerja sama senilai miliaran Yuan tersebut menjadi kunci utama guna memastikan bahwa penguatan Rupiah bukan sekadar sentimen jangka pendek, melainkan perlindungan kedaulatan ekonomi yang berkelanjutan.